Powered By Blogger

Jumat, 27 September 2013

TEKNIK DOKUMENTASI APLIKASI



Resume TDA 2
 
Proses Dokumentasi
Bicara proses dokumentasi, dibenak pikiran  akan muncul suatu kata yang membicarakan tentang bagaimana / cara atau langkah mendokumentasikan suatu aplikasi. Sebelum melangkah lebih jauh tentang cara atau langkah-langkah dalam mendokumentasikan aplikasi berikut indicator, fungsi serta tujuan dari proses dokumentasi:
  •  Indikator dari proses dokumentasi adalah :
  1. Ketepatan menjelaskan hubungan antara kebutuhan project dan system yang sedang dikembangkan 
  2.  Ketepatan menjelaskan langkah-langkah pembuatan dokumentasi aplikasi
  •  Fungsi dari proses dokumentasi
Mencatat seluruh proses dari pembangunan sampai pemeliharaanproses muali dari perencanaan, penjadwalan sampai ke standarisasinya.
  •  Tujuan dari proses dokumentasi
Bisa dilihat atau di manage agar jelas langkah-langkahnya

Ada 2 cara untuk memproses dokumentasi :
  1. Waterfall
Menurut arti bahasa waterfall yaitu air terjun yang mengalir dari atas ke bawah. Jadi metode waterfall adalah suatu proses dokumetasi sebuah aplikasi yang dikerjakan dari langkah awal sampai akhir dan dikerjakan secara urut. Jika sebelumnya belum selesai maka tidak akan bisa melanjutkan ke tahap berikutnya.  
“Menurut Pressman (2010), model waterfall adalah model klasik yang bersifat sistematis, berurutan dalam membangun software. Nama model ini sebenarnya adalah “Linear Sequential Model”. Model ini sering disebut dengan “classic life cycle” atau model waterfall. Model ini termasuk kedalam model generic pada rekayasa perangkat lunak dan pertama kali diperkenalkan oleh Winston Royce sekitar tahun 1970 sehingga sering dianggap kuno, tetapi merupakan model yang paling banyak dipakai didalam Software Engineering (SE)”.
Langkah-langkah yang harus dilakukan pada metodologi Waterfall adalah sebagai berikut:
·         Analisis kebutuhan perangkat lunak 
Analisa kebutuhan bisa dilakukan dengan cara observasi atau wawancara. Setelah itu selesai kemudian kebutuhan – kebutuhan dianalisa dan didefinisikan untuk membangun sebuah aplikasi.
·         Desain
Proses software design untuk mengubah kebutuhan-kebutuhan di atas menjadi representasi ke dalam bentuk "blueprint" software sebelum coding dimulai. Langkah ini meliputi membuat sisflow,dfd,erd serta user interface.
·         Coding
Tahap ini yaitu memberikan intruksi-intruksi fungsi ke dalam desain tersebut untuk dilajalankan oleh computer.
·         Testing
Setelah coding selesai maka aplikasi tersebut di uji coba apakah ada kesalahan –kesalahan ataupun error sebelum aplikasi ini di gunakan oleh user.
·         Maintenance
Pemeliharaan suatu aplikasi diperlukan, termasuk di dalamnya adalah pengembangan, karena apliaksi yang dibuat tidak selamanya hanya seperti itu ketika dijalankan mungkin saja masih ada error kecil yang tidak ditemukan sebelumnya atau ada penambahan fitur-fitur yang belum ada pada software tersebut.  Pengembangan diperlukan ketika adanya perubahan dari eksternal perusahaan seperti ketika ada pergantian sistem operasi, atau perangkat lainnya.

2.Agile
Suatu proses dokumentasi dengan cepat tanpa urutan yang lebih menerima value dari pada proses. Inilah prinsip – prinsip model agile yang diambil dari http://ilmukuilmumu.wordpress.com/2009/12/25/agile-sofware-development/ 

  • Kepuasan klien adalah prioritas utama dengan menghasilkan produk lebih awal dan terus menerus
  • Menerima perubahan kebutuhan, sekalipun diakhir pengembangan 
  • Penyerahan hasil/software dalam hitungan waktu dua minggi sampai dua bulan 
  • Bagian bisnis dan pembangun kerja sama tiap hari selama proyek berlangsung 
  • Membangun proyek dilingkungan orang-orang yang bermotivasi tinggi yang bekerja dalam lingkungan yang mendukung dan yang dipercaya untuk dapat menyelesaikan proyek.
  • Komunikasi dengan berhadapan langsung adalah komunikasi yang efektis dan efisien 
  •  Software yang berfungsi adalah ukuran utama dari kemajuan proyek 
  • Dukungan yang stabil dari sponsor, pembangun, dan pengguna diperlukan untuk menjaga perkembangan yang berkesinambungan.
  • Perhatian kepada kehebatan teknis dan desain yang bagus meningkatkan sifat agile 
  • Kesederhanaan penting
  •  Arsitek. Kebutuhan dan desain yang bagus muncul dari tim yang mengatur dirinya sendiri 
  • secara periodic tim evaluasi diri dan mencari cara untuk lebih efektif dan segera melakukannya.
Kelebihan dan kekurangan dari model Waterfall dan Agile
  • ·         Kelebihan
    Waterfall
    Agile
    Dapat diprediksi
    Memenuhi kebutuhan customer karena lebih cepat
    Semua kebutuhan sistem dapat didefinisikan secara utuh dan explisit
    Kecilnya kerugian material dan inmaterial
    cocok untuk software berskala besar dan yang bersifat umum.
    Tidak membutuhkan waktu terlalu lama
          
  • ·         Kelemahan
Waterfall
Agile
Ketika ada masalah diproses sebelumnya maka tidak bisa melanjutkan ke proses selanjutnya
Cara pengembangannya cukup sulit.
Harus menunggu dari proses sebelumnya
Harus memahami secara betul prosesnya